Backpacker Naik Pelni ke Wakatobi
So, Hello!
Finally memberanikan diri menceritakan kepada publik beberapa perjalananku selama ini. Tulisan pertama ku ini jatuh ke destinasi Taman Nasional Wakatobi, karena selain masih fresh, perjalanan 10 hari ini amat berkesan untukku.
Jadi, ntah kenapa tiba-tiba pengen sesekali main ke pantai, karena keseringan main di gunung haha. Dan gatau kenapa destinasi ku jatuh kepada Wakatobi. Berhubung temen-temen deket kurang ada yang berminat (setelah pergi malah heboh haha), akhirnya nyari temen melalui couchsurfing, dan yeay! ketemu deh sama satu orang yang juga mau kesana, nama nya Mas Ridwan.
Kita ngerencanain perjalanan kita sekitar 5 bulan dari sebelum keberangkatan. Semua di rencanain via Whatssapp karena perbedaan lokasi kita, aku di Jakarta, dia di Ponorogo. Setelah diskusi, kita memutuskan untuk berangkat bulan Agustus, selain ombak lagi bagus, terutama karena banyak tanggal kejepitnya hahah, jadi bisa panjang perjalannnya.
Akhirnya kami ketemu di Makassar, dari Makassar rencana mau ke Toraja dulu, tapi berhubung kami takut ketinggalan kapal untuk ke Bau-Bau, akhirnya sesampainya di Makassar kami pindah haluan untuk expolore Tanjung Bira dulu (ku tak akan cerita tentang Tanjung Bira dulu ya, karena kan ini judulnya ke Wakatobi hihi).
Setelahnya kita ke pelabuhan untuk ke Bau-Bau menggunakan Kapal Pelni. Perjalanan ditempuh kurang lebih 18 jam. Kami beli tiket kapal langsung ke Kantor Pelni yang berlokasi di Makassar, sekalian nanya jadwal yang pas untuk kami bearangkat kapan. Waktu itu kami sedikit susah nyari kapal karena menjelang lebaran haji.
Harga tiket yang kami dapet 168.500. Sebenernya bisa juga sih cek langsung ke websitenya pelni.co.id sudah lengkap tertera harga tiket beserta jadwal keberangkatan, tapi karena kami lebih banyak gatau-nya, lebih enak dateng langsung ke kantornya dan nanya sama petugas haha. Rata-rata kapal berangkat subuh dan sampe di Bau-Bau malam hari. Dengan beli tiket Kapal Pelni ini, kita juga udh dapet makan sehari 3 kali loh, ya walaupun makanannya seadanya, tapi lumayan lah untuk kami sang backpacker kere ini hahaha.
Pantry di Kapal Pelni
Sesampainya kami di Bau-Bau, bingung banget gatau mau kemana hahaha. Ga punya temen, sodara, tengah malem pulak haha. Akhirnya kami jalan kaki sekitar 1 km untuk cari penginapan disekitar pelabuhan. Ternyata di sekitar pelabuhan banyak kok penginapan, jadi jangan khawatir. Mulai dari 250.000 - 70.000, tentu aja kami milih yang paling murah karena irit budget. Ya pastinya penginapan dengan harga segini juga tempatnya seadanya, jadi jangan berharap banyak ya!
Kami pun istrirahat, keesokan harinya, kami berencana untuk nyari kapal ke Wakatobi. Awalnya kami ke pelabuhan untuk nanya keberangkatan kapal, tapi sia-sia. Semua tutup karena hari minggu hahah. Akhirnya aku iseng hub temen di Wakatobi (iya, udh dapet temen disana lewat instagram), dan akhirnya kita dikenalin temen-temen doi yang di Bau-Bau. Kirain yang dateng satu/dua orang. Eh ternyata serombongan hahaha.
Akhirnya kita seharian diajak jalan-jalan dulu di Bau-Bau sebelum berangkat ke Wakatobi besoknya. Berikut foto-foto selama di Bau-Bau dengan teman-teman Backpacker Buton.
Benteng Keraton Buton
Goa Lanto
Benteng Keraton Buton
Selain kami diajak muter-muter disana sama temen-temen ini, kami juga dikasih tumpangan untuk bermalam sama mereka. Subuhnya kami bersiap-siap untuk lanjut jalan ke Wakatobi menggunakan kapal kecil. Untuk menuju Wakatobi dari Bau-Bau ada 2 option menggunakan jalur darat, yaitu dari pelabuhan Bau-Bau, atau dari pelabuhan di daerah Pasarwajo (maaf lupa nama daerahnya apa). Dan menggunakan pesawat ditempuh sekitar 30-45 menit.
Dikarenakan kapal besar dari Bau-Bau menuju Wakatobi sudah tidak ada, kami diantar oleh teman-teman Backpacker Buton ke daerah pelabuhan di daerah Pasarwajo, perjalanan ditempuh sekitar 2 jam menggunakan mobil (alhamdulillah, mobil juga disediakan oleh teman-teman Backpacker Buton). Setibanya dipelabuhan, kami naik kapal seharga Rp 80.000 dengan jarak tempuh 2-3 jam menuju Wakatobi.
Sesampainya di Wakatobi, kami bertemu teman yang sudah saya hub melalui instagram yaitu mas Syahril. Tiba disana kami menginap di hostel 1 malam, karena keesokannya Idul Adha dan Mas Syahril tidak bisa menampung kami dirumahnya karena sanak-saudara yang menginap dirumah dia. Di Wakatobi ini banyak kok hostel sampai hotel yang mahal.
Selama disana kami sangat terbantu oleh Mas Syahril, mulai dari destinasi wisata, memperbolehkan kami menginap dirumahnya setelah lebaran, dan pastinya ber-lebaran dirumah dia juga hahaha. Kami sebagai pendatang amat sangat berterimakasih dengan beliau karena ngerasanya kaya ketemu keluarga lama.
Kami menghabiskan waktu di Wakatobi selama 1 minggu. Pulau yang kami kunjungi selain Wanci yaitu Kaledupa, tepatnya Pulau Hoga. Kenapa kami tidak mendatangi pulau lainnya? karena lagi-lagi menghemat ongkos haha. Beberapa foto selama di Wakatobi.
Sunset di Pulau Hoga
Snorkling di Wanci
Di Sombu Dive
Spot foto di Sombu Dive
Selama 1 minggu disana, tibalah saat untuk berpisah. Saya memutuskan untuk pulang melalui jalur udara langsung dari Wakatobi hingga jakarta, dan Mas Ridwan partner 10 hari saya pulang menggunakan jalur darat kembali. Berikut rincian kasar perhitungan perjalanan 10 hari ini.
- Pesawat Jakarta-Makassar : 800.000-1.000.000 (harga dapat berubah, saya beli 800.000)
- Biaya makan, penginapan, dan transport selama 10 hari : 2.500.000
- Pesawat Wakatobi - Kendari : 500.000-600.000 (harga dapat berubah, saya beli 600.000 karena mendadak)
- Pesawat Kendari - Jakarta : 800.000 - 1.000.000 (harga dapat berubah, saya beli 800.000)
Total : Kurang lebih 5juta.
Notes ya bagi teman-teman mengapa saya bisa murah karena pertama selama perjalanan selalu ditampung oleh teman untuk menginap (begitupun di Makassar). Oleh karena itu, ya pintar-pintar lah mencari teman, dan kalau niat nya positif Insya Allah akan selalu bertemu orang-orang baik pula. Kedua saya banyak sharing dengan Mas Ridwan, dan jadi lebih menghemat di perjalanan. Dan perlu diingat bahwa budget tersebut tidak hanya untuk ke Wakatobi, melainkan saya juga explore Sulawesi Selatan. Sehingga ya semua bisa atur sesuai dengan kebutuhan teman-teman.
Maaf jika di tulisan ini saya tidak terlalu detail menjelaskan perjalanan saya selama 10 hari ini karena nanti kepanjangan hahah. Mungkin next time bakal ditulis lagi detail nya mulai dari expolore Bau-Bau, Tanjung Bira di Sulawesi Selatan, dan tentunya Wakatobi.
So, see you in the street!
Yasmin








Komentar
Posting Komentar